Kamis, 16 Oktober 2014

Benang di Daun Cemara



Benang di Daun Cemara
: Raka Firmansyah

Berarak putihku di samar cemara
Kala peraduan bersenandung sunyi
Alunku berhenti
Sepasang kaki tepat berdiri
Di tanah tak berkerikil
Kaki mungil itu dituani anak berparas salju
Putih, dingin
Anak pipit pun lebih pantas tegaknya
Hitam matanya menangkap seutas benang dalam keterjatuhan
“Ibu, apa itu?”
Gumamannya menjatuhkan ranting di malam terasing
Sekali lagi
Sungguh anak pipit pun lebih pantas kicaunya
“Itu adalah kasih sayang, Nak.”
Kali ini anak itu lebih pantas tegaknya
Di keriput paras pemilik kaki lain
Kecilku sungguh berarti di malam dingin membeku
Sungguh sedikit pun aku tak kuasa
Selimuti anak itu yang kini sontak berjinjit
Anak itu terlunta
Hendak menggapaiku
Juga halangi secercah sinar yang datang
Di celah anyaman bilik cokelat
Kali ini matanya memerah
Lantas menangis lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar