Benang
di Daun Cemara
:
Raka Firmansyah
Berarak putihku di samar
cemara
Kala peraduan
bersenandung sunyi
Alunku berhenti
Sepasang kaki tepat
berdiri
Di tanah tak berkerikil
Kaki mungil itu dituani
anak berparas salju
Putih, dingin
Anak pipit pun lebih pantas
tegaknya
Hitam matanya menangkap
seutas benang dalam keterjatuhan
“Ibu, apa itu?”
Gumamannya menjatuhkan
ranting di malam terasing
Sekali lagi
Sungguh anak pipit pun
lebih pantas kicaunya
“Itu adalah kasih sayang,
Nak.”
Kali ini anak itu lebih
pantas tegaknya
Di keriput paras pemilik
kaki lain
Kecilku sungguh berarti
di malam dingin membeku
Sungguh sedikit pun aku tak
kuasa
Selimuti anak itu yang
kini sontak berjinjit
Anak itu terlunta
Hendak menggapaiku
Juga halangi secercah
sinar yang datang
Di celah anyaman bilik
cokelat
Kali ini matanya memerah
Lantas menangis lagi