Embun Merah
Karya : Raka Firmansyah
Dalam nanar tatapmu
Engkau bergeming
Memicing
Berpaling dalam hening
Dingin itu
Membunuh arloji hitam
Di tujuh belas detik
Persimpangan tanpa rambu
Bersama senyap
Kau mengayun angkuh hendak basahi tanah
Yang haus akan darah
Di tujuh detik terakhir
Engkau tak juga turun
Untuk berbagi kesejukan
Lalu hatiku mengumpat menyumpahimu
Sedetik kemudian
Aku mencibir
Mengutuk kepergian tanpa langkah ini
Di antara kabut pekat yang memudar
Kudapati kau mengelok berlenggok diri
Merah
Bersinar
Memekat
Seperti darah
Dua detik kemudian
Terbaca kata kalbuku
Desiran ketakutan
Lalu
Dalam sisa hening ini
Dingin itu berteriak
Keras sekali
Lurus !
Pikirkan !
Tentukan !
Ini adalah heningmu !
Perjuanganmu !
Darahmu !
Embun merahmu !
Kemudian bersama habisnya sunyi pagi itu
Bersama irama merdu burung berbalas kicau
Aku pun mulai berlari